Senin, 24 Juni 2013

artikel impotensi



Disfungsi Ereksi (DE, “impotensi laki-laki”) adalah disfungsi seksual yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengembangkan atau mempertahankan ereksi pada penis selama kinerja seksual.
Sebuah ereksi penis adalah efek hidrolik darah masuk dan dipertahankan dalam tubuh spons-seperti di dalam penis. Proses ini sering dimulai sebagai akibat dari gairah seksual, ketika sinyal tersebut dikirimkan dari otak ke saraf di penis. Disfungsi ereksi ditunjukkan ketika ereksi sulit untuk menghasilkan. Ada berbagai penyebab peredaran darah, termasuk perubahan saluran kalium tegangan-gated, seperti dalam keracunan arsenik dari air minum. Penyebab organik yang paling penting adalah penyakit jantung dan diabetes, masalah neurologis (misalnya, trauma dari operasi prostatectomy), insufficiencies hormonal (hipogonadisme) dan efek samping obat.
Pengobatan impotensi sangatlah bergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, sangatlah tepat bila seorang suami yang impoten datang ke dokter ahli untuk diberikan pengobatan sesuai dengan penyebab impotensinya. Untuk itu komunikasi, keterbukaan dan kerjasama yang baik antara dokter dan pasien sangatlah penting sebagai usaha pertama dalam penanganan impotensi, agar tujuan pengobatan dapat tercapai. Cara pengobatannya bermacam-macam, salah satunya dengan terapi jamu tradisional. Namun sebelumnya perlu juga Anda ketahui cara pengobatan lainnya.
Cara – cara pengobatan impotensi antara lain:
Perubahan gaya hidup
1. Berhenti mengkonsumsi alcohol
2. Berhenti merokok
3. Hindari stress
4. Diet makanan sehat
5. Tidak menggunakan narkoba
Komunikasi dengan pasangan
Saling terbuka dengan pasangan kita dan saling mengenali kelemahan setiap pasangan. Dalam hal ini seorang isteri harus dapat bersikap sabar, terbuka dan berusaha meyakinkan suaminya bahwa impotensi psikis dapat disembuhkan dengan cara mengutarakan apa yang menjadi pokok masalah sehingga suami menjadi impoten. Selama proses penyembuhan, istri sebaiknya tidak menuntut suaminya untuk hal-hal di luar kemampuan suami, khususnya yang berkaitan dengan masalah hubungan seksual. Kesabaran seorang istri memang sangat berperan penting dalam proses penyembuhan impoten terutama yang disebabkan oleh faktor psikologis.
Terapi suntikan
Penderita menyuntik diri dulu sebelum melakukan hubungan seksual. Hanya atas ijin dan pengawasan dokter.
Terapi obat-obatan
Terapi dengan obat-obatan ini memerlukan pengawasan dokter. Seperti Sildenafil (Viagra), Levitra, Cialis dll
Impotensi, dahulu dipandang sebagai sebuah masalah psikologis. Sekarang para Dokter percaya bahwa setidaknya ada tujuh di antara sepuluh kasus impotensidisebabkan oleh penyebab fisik, seperti penyakit Diabetes, gangguan kelenjar gondok, aterosklerosis, atau cedera pada penis.
Selain itu, obat-obatan tertentu, konsumsi alkohol berlebihan, merokok dan faktor-faktor psikologis seperti depresi, stres, dan kecemasan dalam pekerjaan dapat memperumit masalah ereksi penis.
“Inti dari masalah Impotensi adalah apa pun yang menghentikan aliran darah ke penis anda akan memperkecil peluang anda untuk mendapatkan ereksi”, kata John Mulcahy, M.D., dosen urologi di Indiana University Medical Center di Indianapolis.
“Akan tetapi jika anda merawat diri dengan baik, anda dapat tetap sehat, tetap bergairah, dan tetap mampu berhubungan seks hingga usia lanjut”, kata Joseph Khoury, M.D., spesialis urologi yang praktek swasta di Bethesda, Maryland.
“Menurut teori, tidak ada alasan bahwa kemampuan seksual anda akan berubah karena usia anda bertambah,” kata Dr. Khoury, yang kenal dengan sejumlah pria berusia delapan puluhan yang masih berhubungan seks tiga kali dalam seminggu. Ada satu hal yang sama pada mereka: Mereka merawat diri lebih balk daripada kebanyakan pria lain.
Berikut ini beberapa cara untuk menjaga agar alat vital anda dapat terus berfungsi dengan baik.
Berhenti Merokok
Merokok mempercepat pembentukan endapan-endapan dalam arteri jantung, maka tidak sulit untuk percaya bahwa proses yang sama dapat terjadi pada pembuluh-pembuluh darah yang memasok darah ke penis. Sesungguh saat ini, merokok telah dipandang sebagai faktor utama dalam masalah ereksi, dan aksi pertamanya dimulai ketika usia anda menginjak 40 tahun. Maka jika anda merokok, berhentilah, saran Dr. Crenshaw.
Berlarilah ke tempat olahraga, jangan berjalan. Semakin bugar tubuh anda, semakin sering anda mampu berhubungan seksual, kata sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior.
Dalam studi itu, yang diselenggarakan di University of California, San Diego, 78 pria sehat tetapi tidak aktif mulai berlatih aerobik tiga hingga lima hari dalam seminggu, masing-masing selama satu jam. Selama penelitian itu, tiap orang menulis buku harian tentang kegiatan seksual mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa kehidupan seks para pelaku aerobik itu sangat meningkat. Sementara itu, kehidupan seks mereka yang hanya berjalan-jalan santai hanya berubah sedikit.
“Tidak peduli jenis aerobik mana yang anda pilih, yang penting anda mengerjakannya, paling tidak tiga kali dalam seminggu dan tiap kali berlangsung selama dua puluh menit. Berlari, berenang, dan bersepeda merupakan pilihan-pilihan yang baik”, kata Dr. Crenshaw.
Kurangi Lemak
Dalam hal makanan, yang penting adalah membatasi asupan lemak anda. Sekali lagi logika mengatakan bahwa yang baik untuk arteri pemasok darah ke jantung juga akan baik untuk arteri pemasuk darah ke penis.
Dr. Khoury percaya bahwa diet untuk menjadi pria perkasa adalah diet rendah lemak, dengan hanya 20 persen kalori berasal dari lemak. Apabila anda makan 2500 kalori per hari, berarti batas asupan lemak anda adalah sekitar 50 gram. Untuk mulai dengan arah yang benar, bacalah label makanan yang anda beli, cari produk-produk miskin lemak dan tanpa lemak, hindari gorengan, pindah ke susu skim dan makan cukup buah-buahan dan sayuran segar setiap hari, ditambah kira-kira 75 gram ikan, daging ayam, atau daging merah tanpa lemak.
Rampingkan pinggang anda. Kelebihan timbangan dapat menyebabkan panjang penis anda berkurang. Penelitian tidak resmi terhadap sejumlah pria kegemukan oleh Dr. Mulcahy menunjukkan bahwa sampai batas tertentu, seorang pria yang kegemukan akan mendapatkan kembali dua setengah cm penisnya untuk setiap 17 kilogram berat badan yang disingkirkannya. Ini insentif yang tidak buruk bagi seseorang yang betul-betul kegemukan. Akan tetapi yang jelas, mempertahankan berat tubuh yang ideal akan mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, karena keduanya dapat merusak kemampuan ereksi anda.
Cermati obat yang anda pakai. Ratusan obat dapat menyebabkan impotensisebagai efek samping, termasuk diuretik, penurun darah tinggi lain, beberapa obat antidepresi, dan antipsikotik. Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat yang anda minum dapat membuat anda bermasalah.
Hindari Alkohol
Alkohol adalah depresan yang berfungsi memperlambat refleks, termasuk dalam olah seksual. Di samping merusak kemampuan seksual secara langsung, alkohol, bila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, dapat berpengaruh langsung terhadap testis, mengurangi produksi hormon testosteron pria dan mengganggu keseimbangan hormon-hormon dan bahan-bahan kimia otak yang diperlukan untuk menghasilkan ereksi, padahal keseimbangan itu rentan sekali.
Batasi diri hanya dua kaleng bir atau segelas anggur sehari, kata Saul Rosenthal, M.D., direktur Sexual Therapy Clinic of San Antonio di San Antonio, Texas, dan pengarang Sex Love. Apabila anda mengalami masalah seksual, berhentilah minum selama tiga bulan untuk mengetahui apakah ini ada gunanya.


0 komentar:

Poskan Komentar